PENERAPAN INISIASI MENYUSUI DINI OLEH PENOLONG PERSALINAN

Angka kematian balita serta anak bayi yang besar bisa ditekan dengan melaksanakan inisiasi menyusui dini, kontak kulit balita dengan bunda sepanjang satu jam bisa kurangi 22% kematian balita. Inisiasi menyusui dini hendak tingkatkan keberhasilan menyusui secara ekslusif serta tingkatkan lamanya balita disusui, pemberian ASI ekslusif hingga 6 bulan serta dilanjutkan hingga anak usia 2 tahun bisa tingkatkan Intelligence Quotient(IQ) anak serta merendahkan angka kesakitan. Tujuan dari Riset ini merupakan buat mngetahui penerapan Inisiasi menyusui Dini( IMD) di BPS daerah Sukawening kabupaten Garut.

Tata cara Riset yang digunakan dalam Riset ini merupakan deskriftif observasi. Populasi dalam Riset ini merupakan 30 serta ilustrasi memakai total sampling. Informasi yang dikumpulkan merupakan informasi primer serta sumber informasi langsung diperoleh dari responden, tehnik pengumpulan informasi dicoba dengan metode observasi serta analisa informasi secara univariant.

Hasil Riset sebagian besar penolong persalinan belum melakukan inisiasi menyusui dini( IMD) cocok dengan standar operasional prosedur ialah belum seluruh melaksanakan kontak kulit bunda dengan kulit balita. dengan waktu kulit menempel pada kulit 30 menit ataupun 1 jam.. Penolong persalinan sebaiknya melakukan iinisiasi menusui dini dengan melaksanakan kontak kulit bunda dengan kulit balita lekas sehabis lahir sepanjang sedikitnya 1 jam sehingga bisa menolong bunda mengidentifikasi kapan bayinya dapat menyusu.

Pemberian ASI di Indonesia sampai saat ini masih banyak hambatan, upaya untuk meningkatkan perilaku menyusui pada ibu yang memiliki bayi Spesialnya ASI ekslusif masih dirasa kurang. Air susu bunda dapat mencerdaskan serta tingkatkan mutu generasi bangsa, tiap balita yang di beri ASI akan mempunyai imunitas alami terhadap penyakit karena ASI banyak mengandung antibody, zat kekebalan aktif yang akan melawan masuknya peradangan kedalam badan balita. Dikala ini 40% kematian balita terjalin pada 1 bulan pertama kehidupan balita.

Pemberian ASI akan mengurangi 22% kematian bayi dibawah umur 28 hari, demikian pula kematian bayi dan bayi dapat dicegah melalui pemberian ASI ekslusif yang diberikan secepat bisa jadi sejak bayi dilahirkan ataupun diawal kehidupannya( Roesli: 2012).

Minimnya konsumsi ASI ekslusifmerupakan salah satu faktor penyebab kekurangan gizi pada anak bayi. Bersumber pada hasil riset… angka kematian balita serta anak bayi yang besar dapat ditekan dengan melakukan inisiasi menyusui dini, kontak kulit bayi dengan ibu selama 1 jam dapat mengurangi 22% kematian balita.

Sedangkan menyusui hari pertama 16 % bayi baru lahir bisa terselamatkan dansebaliknya penangguhan hari pertama permulaan menyusui tingkatkan kemampuan kematian pada bayi baru lahir. Inisiasi menyusui dini akan meningkatkan keberhasilan menyusui secara ekslusif serta meningkatkan lamanya bayi disusui, pemberian ASI ekslusif sampai 6 bulan serta dilanjutkan hingga anak usia 2 tahun dapat meningkatkan IQ anak serta menurunkan angka kesakitan.

Anak yang mendapat inisiasi menyusui dini dan ASI ekslusif 6- 8 kali lebih jarang mengidap kanker anak ( leukemia limphositik, neoroblastoma serta lymphoma maligna) 16 kali lebih tidak sering terkena pneumonia serta resiko dirawat dengan sakit saluran pernafasan 3 kali lebih jarang dari balita yang diberikan susu formula ( Utami Roesli, 2012). Inisiasi menyusui dini dicoba ketika bayi lahir, tali pusat di potong kemudian balita dilap kering serta langsung diberikan pada bunda.

Wajib terdapat skin to skin contact ( kontak kulit ke kulit), dimana bayi tidak boleh dipisahkan dulu dari bunda yang perlu dijaga adalah suhu ruangan, dan sebaiknya bayi memakai topi, sebab bagian kepala merupakan daerah yang banyak mengeluarkan panas, suhu yang tepat adalah 28- 290C ( Utami Roesli, 2012). Tujuan dari peelitian ini merupakan untuk mengetahui pelaksanaan inisiasi menyusui dini oleh penolong persalinan di daerah Sukawening Kabupaten Garut.

Baca Selengkapnya

Agustus 3, 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *